Sabtu, 20 September 2014

globalisasi

    PENGARUH GLOBALISASI,IAGKABAU TERUS  DILESTARIKAN


PADANGPARIAMAN, METRO- Adat istiadat dan kebudayaan Minangkabau harus terus menerus dilestarikan di daerah ini. Apalagi dengan banyak pengaruh era globalisasi yang begitu pesat perkembangannya.
Melihat kondisi demikian masyarakat harus bisa memahamai adat istiadat dan kebudayaan minangkabau agar tidak mudah terpengaruh dari kebudayaan asing. “Kita masyarakat Paladangan Korong Balai Satu, Nagari Malalak Selatan melaksanakan alek nagari untuk memberdayakan adat istiadat minangkabau sepanjang masa. Sebelumnya kita juga melaksanakan pajat pohon pinang, open turnamen futsal dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 69 tahun 2014.
Meski agar terlambat kegiatan ini kita gelar, tapi masyarakat tetap antusias melaksanakan acara alek nagari ini, karena acara ini juga untuk menutup berbagai kegiatan saat HUR RI tersebut,” kata Walinagari Malalak Selatan Amir Koto dan Ketua Pemuda setempat Arya Sandi kepada POSMETRO, kemarin. Sementara itu Ketua Panitia acara alek nagari Kulo Parman menyatakan, acara ini didukung oleh ninik mamak, tokoh masyarakat dan semua unsur dalam kenagarian ini. 
Katanya, sumber dana berasal masyarakat, pemuda serta donator yang bersedia menyumbang. “Alhamdulillah selama 6 hari ini kita melaksanakan acara dengan menampilkan 9 tari indang berjalan sukses. Kita mengundang sembilan indang tersebut dari Indang Data asal Tandikat, Indang Gunung dari Padang Alai,  Indang Daun Ijau ( Padang Alai ) , Indang ( Paladangan ) , Indang Paraman Talang ( Tandikek ), Indang Binturan Sunsang , Indang Maransi Taroroh ( Ulakan ), Indang Piyan Padang baru ( Lubuk Alung ), Indang Paladangan ( Malalak Sealatan ),” katanya. 
Dikatakan, acara ini sudah bisa dikatakan sukses 90% , atas dukungan dan partisipasi dari masyarakat serta kerja sama yang bagus terhadap pemuda korong. Acara alek nagari ini akan dilaksanakan setiap tahun untuk melestarikan kebudayaan dan adat istiadat minangkabau.
Apalagi katanya, adat istiadat dan tradisi harus dijaga, dipelihara setiap saat. Bahkan dapat dijadiakn sebagai pemersatu, bukan pe­mecah belah persatuan. “Yang jelas acara yang kita gelar ini disamping untuk kemajuan nagari dan lestarikan kebudayaan minangkabau juga untuk menjalin tali silaturahim sesama masyarakat di kampung ini,” tandasnya. (efa)  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar