perang dunia
Kekaisaran Jepang berusaha mendominasi
Asia Timur dan sudah memulai
perang dengan
Republik Tiongkok pada tahun 1937,
[2] tetapi perang dunia secara umum pecah pada tanggal 1 September 1939 dengan
invasi ke
Polandia oleh
Jermanyang diikuti serangkaian pernyataan perang terhadap Jerman oleh
Perancis dan
Britania. Sejak akhir 1939 hingga awal 1941, dalam serangkaian kampanye dan
perjanjian, Jerman membentuk aliansi Poros bersama
Italia, menguasai atau menaklukkan sebagian besar benua Eropa. Setelah
Pakta Molotov–Ribbentrop, Jerman dan Uni Soviet berpisah dan menganeksasi wilayah negara-negara tetangganya sendiri di Eropa,
termasuk Polandia. Britania Raya, dengan
imperiumdan
Persemakmurannya, menjadi satu-satunya kekuatan besar Sekutu yang terus berperang melawan blok Poros, dengan mengadakan pertempuran di
Afrika Utara dan
Pertempuran Atlantik. Bulan Juni 1941, Poros Eropa melancarkan invasi terhadap Uni Soviet yang menandakan terbukanya
teater perang darat terbesar sepanjang sejarah, yang melibatkan sebagian besar pasukan militer Poros sampai akhir perang. Pada bulan Desember 1941, Jepang bergabung dengan blok Poros,
menyerang Amerika Serikat dan
teritori Eropa di
Samudra Pasifik, dan dengan cepat menguasai sebagian besar Pasifik Barat.
Serbuan Poros berhenti tahun 1942, setelah Jepang kalah dalam berbagai pertempuran laut dan tentara Poros Eropa dikalahkan di
Afrika Utara dan
Stalingrad. Pada tahun 1943, melalui serangkaian
kekalahan Jerman di
Eropa Timur,
invasi Sekutu ke Italia, dan kemenangan Amerika Serikat di Pasifik, Poros kehilangan inisiatif mereka dan mundur secara strategis di semua front. Tahun 1944, Sekutu Barat
menyerbu Perancis, sementara Uni Soviet merebut kembali semua teritori yang pernah dicaplok dan menyerbu Jerman beserta sekutunya. Perang di Eropa berakhir dengan
pendudukan Berlin oleh tentara Soviet dan Polandia dan
penyerahan tanpa syarat Jerman pada tanggal
8 Mei 1945. Sepanjang 1944 dan 1945, Amerika Serikat mengalahkan Angkatan Laut Jepang dan menduduki beberapa pulau di Pasifik Barat, menjatuhkan bom atom di negara itu menjelang
invasi ke Kepulauan Jepang. Uni Soviet kemudian mengikuti melalui negosiasi dengan menyatakan perang terhadap Jepang dan
menyerbu Manchuria. Kekaisaran Jepang menyerah pada tanggal 15 Agustus 1945, sehingga mengakhiri perang di Asia dan memperkuat kemenangan total Sekutu atas Poros.
Perang Dunia II mengubah haluan politik dan struktur sosial dunia.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) didirikan untuk memperkuat kerja sama internasional dan mencegah konflik-konflik yang akan datang. Para kekuatan besar yang merupakan pemenang perang—Amerika Serikat, Uni Soviet, Cina, Britania Raya, dan Perancis—menjadi
anggota permanenDewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
[3] Uni Soviet dan Amerika Serikat muncul sebagai kekuatan super yang saling bersaing dan mendirikan panggung
Perang Dunia yang kelak bertahan selama 46 tahun selanjutnya. Sementara itu, pengaruh kekuatan-kekuatan besar Eropa mulai melemah, dan
dekolonisasi Asia dan
Afrika dimulai. Kebanyakan negara yang industrinya terkena dampak buruk muali menjlaani
pemulihan ekonomi. Integrasi politik, khususnya
di Eropa, muncul sebagai upaya untuk menstabilkan hubungan pascaperang.
Awal terjadinya perang umumnya disetujui pada tanggal 1 September 1939, dimulai dengan invasi Jerman ke Polandia; Britania dan Perancis menyatakan perang terhadap Jerman dua hari kemudian. Tanggal lain mengenai awal perang ini adalah dimulainya Perang Cina-Jepang Kedua pada 7 Juli 1937.[4][5]
Lainnya mengikuti sejarawan Britania Raya
A. J. P. Taylor, yang percaya bahwa Perang Cina-Jepang dan perang di Eropa beserta koloninya terjadi bersamaan dan dua perang ini bergabung pada tahun 1941. Artikel ini memakai penanggalan konvesional. Tanggal-tanggal awal lainnya yang sering dipakai untuk Perang Dunia II juga meliputi
invasi Italia ke Abisiniapada tanggal 3 Oktober 1935.
[6] Sejarawan Britania raya
Antony Beevor memandang awal Perang Dunia Kedua terjadi saat Jepang menyerbu Manchuria bulan Agustus 1939.
Tanggal pasti akhir perang juga tidak disetujui secara universal. Dari dulu disebutkan bahwa perang berakhir saat
gencatan senjata 14 Agustus 1945 (
V-J Day), alih-alih penyerahan diri resmi Jepang (2 September 1945); di sejumlah teks sejarah Eropa, perang ini berakhir pada
V-E Day (8 Mei 1945). Meski begitu,
Perjanjian Damai dengan Jepang baru ditandatangani pada tahun 1951,
[8] dan
dengan Jerman pada tahun 1990
Latar belakang
Perang Dunia I membuat perubahan besar pada peta politik, dengan kekalahan
Blok Sentral, termasuk
Austria-Hongaria, Jerman, dan
Kesultanan Utsmaniyah; dan perebutan kekuasaan oleh
Bolshevik di
Rusia pada tahun 1917. Sementara itu, negara-negara Sekutu yang menang seperti Perancis, Belgia, Italia, Yunani, dan Rumania memperoleh wilayah baru, dan negara-negara baru tercipta setelah runtuhnya Austria-Hongaria,
Kekaisaran Rusia, dan
Kesultanan Utsmaniyah.
Kekaisaran Jerman bubar melalui
Revolusi Jerman 1918–1919 dan sebuah pemerintahaan demokratis yang kemudian dikenal dengan nama
Republik Weimar dibentuk. Periode antarperang melibatkan kerusuhan antara pendukung republik baru ini dan penentang garis keras atas
sayap kanan maupun
kiri. Walaupun Italia selaku sekutu Entente berhasil merebut sejumlah wilayah, kaum nasionalis Italia marah mengetahui
janji-janji Britania dan Perancis yang menjamin masuknya Italia ke kancah perang tidak dipenuhi dengan penyelesaian damai. Sejak 1922 sampai 1925, gerakan
Fasis pimpinan
Benito Mussolini berkuasa di Italia dnegan agenda nasionalis, totalitarian, dan kolaborasionis kelas yang menghapus demokrasi perwakilan, penindasan sosialis, kaum sayap kiri dan liberal, dan mengejar kebijakan luar negeri agresif yang berusaha membawa Italia sebagai kekuatan dunia—"
Kekaisaran Romawi Baru"
Di Jerman,
Partai Nazi yang dipimpin
Adolf Hitler berupaya mendirikan pemerintahan fasis di Jerman. Setelah
Depresi Besar dimulai, dukungan dalam negeri untuk Nazi meningkat dan, pada tahun 1933, Hitler ditunjuk sebagai Kanselir Jerman. Setelah
kebakaran Reichstag, Hitler menciptakan negara satu partai totalitarian yang dipimpin Partai Nazi
Berharap mencegah Jerman, Britania Raya, Perancis, dan Italia membentuk
Front Stresa. Uni Soviet, khawatir akan
keinginan Jerman mencaplok wilayah luas di Eropa Timur, membuat perjanjian bantuan bersama dengan Perancis. Sebelum diberlakukan,
pakta Perancis-Soviet ini perlu melewati birokrasi
Liga Bangsa-Bangsa, yang pada dasarnya menjadikannya tidak berguna.Akan tetapi, pada bulan Juni 1935, Britania Raya membuat
perjanjian laut independen dengan Jerman, sehingga melonggarkkan batasan-batasan sebelumnya. Amerika Serikat, setelah mempertimbangkan peristiwa yang terjadi di Eropa dan Asia, mengesahkan
Undang-Undang Netralitas pada bulan Agustus.
[24] Pada bulan Oktober, Italia menginvasi Ethiopia, dan Jerman adalah satu-satunya negara besar Eropa yang mendukung tindakan tersebut. Italia langsung menarik keberatannya terhadap tindakan Jerman menganeksasi
Austria.
Hitler menolak Perjanjian Versailles dan
Locarno dengan
meremiliterisasi Rhineland pada bulan Maret 1936. Ia mendapat sedikit tanggapan dari kekuatan-kekuatan Eropa lainnya. Ketika
Perang Saudara Spanyol pecah bulan Juli, Hitler dan Mussolini mendukung
pasukan Nasionalis yang fasis dan otoriter dalam perang saudara mereka melawan
Republik Spanyol yang didukung Soviet. Kedua pihak memakai konflik ini untuk menguji senjata dan metode peperangan baru, berakhir dengan kemenangan Nasionalis pada awal 1939. Bulan Oktober 1936, Jerman dan Italia membentuk
Poros Roma-Berlin. Sebulan kemudian, Jerman dan Jepang menandatangani
Pakta Anti-Komintern, namun kelak diikuti Italia pada tahun berikutnya. Di cina, setelah
Insiden Xi'an, pasukan Kuomintang dan komunis menyetujui gencatan senjata untuk membentuk
front bersatu dan sama-sama melawan Jepang.
TO BE CONTINUED...