Kamis, 13 November 2014

sejarah puasa asyura

Sejarah Puasa Asyura, Tasu’a, Fadhilahnya, Peristiwa Terkait 10 Muharram, dan Bubur Suro

                             
SEJARAH PUASA ASYURA DAN TASU’A
Tasu’a berasal dari bahasa arab tis’a artinya sembilan, sementara ‘asyura berasal dari‘asyara artinya sepuluh. Puasa Tasu’a dan ‘Asyura dikerjakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram pada Kalender Hijriyah. Hukum puasa ini adalah sunnah; dianjurkan untuk dikerjakan namun tidak berdosa bagi yang tidak melakukannya.
Rasulullah SAW berdabda: “Puasa itu bisa menghapuskan dosa-dosa kecil pada tahun kemarin.” –(HR Muslim)
Puasa ‘Asyura sudah dilakukan oleh masyarakat Quraisy Makkah pada masa jahiliyyah. Rasulullah SAW juga melakukannya ketika masih berada di Makkah maupun seteleh berada di Madinah.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah sempat diprotes oleh umat Islam di Madinah: “Ya Rasulallah, hari itu (’Asyura) diagungkan oleh Yahudi.” Maksudnya, kenapa umat Islam mengerjakan seseatu persis seperti yang dilakukan oleh umat Yahudi? Beliau lalu bersabda: “Di tahun depan insya Allah kita akan berpuasa pada tanggal 9.”  Setelah itu, tidak hanya disunnahkan puasa pada tanggal 10 tapi juga tanggal 9 Muharram. Sayang, sebelum datang tahun berikutnya Rasulullah telah wafat.
Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan keinginan beliau untuk berpuasa pada tanggal 9 dimaksudkan agar tidak persis seperti yang dilakukan oleh umat pada masa Nabi sebelumya, yakni Yahudi dan Nashrani. (Fathul Bari 4: 245)
Soal kemiripan dengan puasa umat yahudi ini diriwayatkan bahwa ketika tiba di Madinah, Rasulullah melihat orang-orang Yahudi di sana juga berpuasa pada hari ‘Asyura. Beliau bertanya: “Puasa apa ini?” Mereka menjawab: “Sebuah hari yang baik, ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa pada hari itu sebagai wujud syukur.” Maka beliau bersabda: “Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian (Yahudi), maka kami akan berpuasa pada hari itu sebagai bentuk pengagungan kami terhadap hari itu.” (HR Bukhari)
Tentang keutamaan puasa ‘Asyura Ibnu Abbas menyatakan: “Saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa pada suatu hari karena ingin mengejar keutamaannya selain hari ini (‘Asyura) dan tidak pada suatu bulan selain bulan ini (maksudnya: bulan Ramadhan).” (HR. Al-Bukhari.)
Puasa ‘Asyura disandingkan dengan puasa Ramadhan. Rasulullah SAW juga bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ المُحَرَّمُ. وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الفَرِيْضَةَ، صَلاَةُ اللَّيْلِ
Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam. (HR Muslim)
Keutamaan yang didambakan dari puasa ‘Asyura adalah dapat menggugurkan dosa-dosa setahun yang lalu. Imam Abu Daud meriwayatkan dari Abu Qatadah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
وَصَوْمُ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ إنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَنَة َالتِيْ قَبْلَهُ

Puasa di hari ‘Asyura, sungguh saya mengharap kepada Allah bisa menggugurkan dosa setahun yang lalu
. (HR Abu Daud)
Abul-Laits Asssamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas r.a berkata: “Nabi SAW bersabda yang bermaksud: “Barangsiapa yang berpuasa pada hari Asyura (yakni 10 Muharram), maka Allah SWT akan memberikan kepadanya pahala 10,000 malaikat; dan barangsiapa yang puasa pada hari Asyura, maka akan diberikan pahala 10,000 orang Haji dan Umrah, dan 10,000 orang mati syahid; dan siapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, maka Allah SWT akan menaikkan dengan rambut satu darjat. Dan barangsiapa yang memberi buka puasa orang mukmin yang berpuasa pada hari Asyura, maka seolah-olah memberi buka puasa semua umat Muhammad SAW dan mengenyangkan perut mereka.”
PERISTIWA-PERISTIWA BERSEJARAH PADA 10 MUHARRAM
Pada hari itu banyak terjadi peristiwa penting yang mencerminkan kegemilangan bagi perjuangan yang gigih dan tabah bagi menegakkan keadilan dan kebenaran. Bertanya para sahabat: “Wahai Rasulullah! Apakah kelebihan 10 Muharram berbanding dengan hari-hari yang lain?” Jawab Baginda SAW:
1. Allah SWT menciptakan alam, langit, bintang dan sebagainya
2. Allah SWT menciptakan gunung-ganang pada 10 Muharram
3. Diciptakan lautan pada 10 Muharram
4. Diciptakan Qalam (pena untuk menulis amal manusia) pada 10 Muharram
5. Diciptakan Arasy, Luh Mahfuz pada 10 Muharram
6. Diciptakan Nabi Adam AS., pada 10 Muharram
7. Dimasukkan Nabi Adam AS., ke dalam syurga pada 10 Muharram
8. Dilahirkan Nabi Ibrahim AS., pada 10 Muharram
9. Diselamatkan Nabi Ibrahim AS., dari api Namrud pada 10 Muharram
10. Diselamatkan anaknya Nabi Ismail AS., dari sembelihan pada 10 Muharram
11. Ditenggelamkan Fir’aun pada 10 Muharram
12. Diampunkan kesilapan Nabi Daud AS., pada 10 Muharram
13. Dilahirkan Nabi Isa AS., pada 10 Muharram
14. Dikeluarkan Nabi Yunus AS,. daripada perut ikan Nun setelah berada didalamnya selama 40 hari 40 malam pada 10 Muharram
15. Disembuhkan penyakit Nabi Ayub AS., pada 10 Muharram
16. Diangkat Nabi Isa AS., ke langit pada 10 Muharram
17. Diterima taubat Nabi Adam AS., pada 10 Muharram
18. Dianugerahkan takhta kerajaan kepada Nabi Sulaiman AS.,
19. Diciptakan Arasy pada 10 Muharram
20. Awal-awal hujan yang turun dari langit pada 10 Muharram
21. Awal-awal rahmat diturunkan pada 10 Muharram
22. Diselamatkan bahtera Nuh AS., daripada tenggelam sesudah bumi ditenggelamkan selama enam bulan pada 10 Muharram
Peristiwa lain:
1. Allah SWT., menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa.
2. Diangkat Nabi Idris AS., ke langit pada 10 Muharram
3. Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara.
4. Penglihatan Nabi Yaakob yang kabur dipulihkan oleh Allah.
5. Laut Merah terbelah dua untuk menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya dari tentera Firaun.
6. Allah SWT., menjadikan ‘Arasy.
7. Allah SWT., menjadikan alam.
8. Allah SWT., menjadikan Malaikat Jibril.
9. Pada tanggal 10 Muharram 61H, terjadilah peristiwa yang memilukan dalam sejarah Islam, yaitu terbunuhnya Husein cucu Rasulullah di sebuah tempat yang bernama Karbala. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan “Peristiwa Karbala”.
10. Selain peristiwa yang belum berlaku ada juga disebutkan dalam beberapa hadis riwayatNu’aim bin Hammad yang menyatakan bahwa pembaiatan Imam Mahdi akan berlaku pada tanggal 10 Muharram! Hanya saja tidak disebutkan tahun terjadinya peristiwa tersebut.
BUDAYA NUSANTARA: BUBUR SURO
Muharram menjadi berbeda karena hari ke-sepuluh dalam bulan ini dipadati dengan nilai yang sarat dengan sejarah, yang lebih dikenal dengan hari ‘asyura’ atau hari kesepuluh pada bulan Muharram. Karena pada hari ‘asyura’ itulah (seperti yang termaktub dalam I’anatut Thalibin) Allah untuk pertama kali menciptakan dunia, dan pada hari yang sama pula Allah akan mengakhiri kehidupan di dunia (qiyamat). Pada hari ‘asyura’ pula Allah mencipta Lauh Mahfudh dan Qalam, menurunkan hujan untuk pertama kalinya, menurunkan rahmat di atas bumi. Dan pada hari ‘asyura’ itu Allah mengangkat Nabi Isa as. ke atas langit. Dan pada hari ‘asyura’ itulah Nabi Nuh as. turun dari kapal setelah berlayar karena banjir bandang. Sesampainya di daratan Nabi Nuh as. bertanya kepada pada umatnya “masihkah ada bekal pelayaran yang tersisa untuk dimakan?” kemudian mereka menjawab “masih ya Nabi” Kemudian Nabi Nuh memerintahkan untuk mengaduk sisa-sisa makanan itu menjadi adonan bubur, dan disedekahkan ke semua orang. Karena itulah kita mengenal bubur suro. Yaitu bubur yang dibikin untuk menghormati hari ‘asyuro’ yang diterjemahkan dalam bahasa kita menjadi bubur untuk selametan.
Bubur suro merupakan pengejawentahan rasa syukur manusia atas keselamatan yang Selma ini diberikan oleh Allah swt. Namun dibalik itu bubur suro (jawa) selain simbol dari keselamatan juga pengabadian atas kemenangan Nabi Musa as, dan hancurnya bala Fir’aun yang terjadi pada hari ’asyuro juga. Oleh karena itu barang siapa berpuasa dihari ‘asyura’ seperti berpuasa selama satu tahun penuh, karena puasa di hari ‘asyura’ seperti puasanya para Nabi. Intinya hari ‘syura’ adalah hari istimewa. Banyak keistimewaan yang diberikan oleh Allah pada hari ini diantaranya adalah pelipat gandaan pahala bagi yang melaksanakan ibadah pada hari itu. Hari ini adalah hari kasih sayang, dianjurkan oleh semua muslim untuk melaksanakan kebaikan, menambah pundi-pundi pahala dengan bersilaturrahim, beribadah, dan banyak sedekah terutama bersedekah kepada anak yatim-piatu.
Berbagai metode peawatan sejarah ini terejawantahkan dalam berbagai tradisi kolaitas. Di Jawa misalnya kita mengenal bubur abang dan bubur putih yang dibagikan dan disajikan pada hari ‘asyura tidak lain untuk merawat ingatan sejarah tersebut secara perlambang. Bubur putih bermakna rasa syukur akan panjngnya umur hingga mendapatkan tahun baru kembali, semoga kehidupan tambah makmur. Seperti rasa syukunya Nabi Nuh setelah berlayar dari banjir bandang, seperti syukurnya Nabi Musa setelah mengalahkan Fir’aun. Disamping itu Bubur Putih merupakan lambing kebenaran dan kesucian hati yang selalu menang dalam catatan sejarah yang panjang.
Sedangkan Bubur Abang (bubur merah) adalah pembanding yang selalu hadir dalam kehidupan di dunia berpasang-pasangan. Ada indah ada buruk, ada kebaikan ada kejahatan. Semoga semua hal-hal buruk itu senantiasa dijauhkan oleh Allah dari kita amien. Jadi bubur suro ini yang berwarna merah dan putih merupakan representasi dari rasa syukur yang mendalam. Atas segala karunia Allah swt. Dan yang lebih penting dari itu semua, Bubur Suro merupakan wahana untuk merawat ingatan akan adanya sejarah besar dalam Islam.

Sejarah Asal Bubur Asyura

Sejarah bubur ini adalah untuk memperingati hari Nabi Allah Nuh as. selamat mendarat setelah 40 hari mengharungi bah (banjir) besar yang melanda dunia pada ketika itu.
Diceritakan bahawa, ketika mana bahtera Nabi Nuh a.s. berlabuh di bukit Juudi pada ‘Hari Asyura’. Sesampainya di daratan Nabi Nuh as. bertanya kepada pada umatnya “Masih adakah bekalan pelayaran yang tinggal untuk dimakan?” kemudian mereka menjawab “Ada ya Nabi”. Berkatalah Baginda pada pengikutnya: “Himpunkan apa yang kamu miliki daripada makanan yang lebih-lebih”. Maka, dibawalah satu genggam daripada kacang Baqila’ iaitu kacang ful (kacang poi) dan satu genggam kacang Adas, Ba’ruz dan hinthoh dan tepung sehingga menjadi tujuh bagai biji-bijian yang dimasak. Maka berkatalah Nabi Nuh as.:“Masaklah sekeliannya kerana kamu sudah mendapat kesenangan sekarang”. Maka terciptalah satu santapan yang lazat. Itulah Bubur ‘Asyura’. Kemudian Nabi Nuh as. memerintahkan untuk diagih-agihkan kepada semua yang ada.
.
Berdasarkan kepada kisah inilah kita mengenali Bubur Asyura, iaitu bubur yang dibuat untuk menghormati ‘Hari Asyura’ yang diterjemahkan menjadi ‘bubur untuk kesejahteraan’.Bubur Asyura merupakan perlambangan rasa syukur manusia atas keselamatan yang selama ini diberikan oleh Allah SWT.


manfaat blog

7 Manfaat Blog untuk Pelajar



Dunia sangat cepat berubah. Kita memasuki era cyber yang mesti disikapi dengan bijak. Bagi para pelajar, internet sudah menjadi kebutuhan. Bahkan banyak waktu digunakan tiap hari hanya untuk online. Salah satu tujuan netter untuk online adalah nge-blog.
Pelajar saat ini, sebagai generasi penerus bangsa ditantang untuk mampu memilih yang terbaik untuk dirinya. Pelajar yang menggunakan waktu luangnya untuk blogging, dapat banyak manfaat. Berikut tujuh manfaat blog untuk pelajar

                                             
  1. Memperkaya metode belajar. Bisa jadi guru dan mata pelajaran menyenangkan. Namun situasi di kelas, dan buku bikin sumpek. Tentu bahwa sajian mata pelajaran dari guru serta membaca buku itu wajib. Namun membuat resume hasil pelajaran itu mampu membuat pelajaran tersebut lebih permanen dalam memori. Sehingga sajian mata pelajaran+buku+menulis resume membuat metode belajar lebih efektif. Dan yang pasti bahwa, ketika menulis resume pelajaran, tidak dilakukan dikelas. Tapi saat online atau istirahat. Sehingga bisa memperkaya metode belajar
  2. Melatih keterampilan menulis.  Menulis adalah sebuah aktifitas intelektual, dimana gagasan-gagasan yang tersebar, bisa disistematiskan dan berbentuk narasi. Sehingga makna bisa ditransfer dari penulis ke pembaca. Banyak orang yang kurang terampil menulis. Hal itu disebabkan karena tidak terbiasa menulis. Bagi blogger, menulis adalah hal yang wajib. Tidak perlu kecerdasan tinggi untuk bisa terampil menulis. Yang dibutuhkan hanyalah semangat dan latihan. Dengan demikian, seorang pelajar yang nge-blog bisa mengasah keterampilannya menulis sedari dini. Bisa dibayangkan beberapa tahun kedepan. Tentu akan semakin tajam :)
  3. Internet Positif. Pelajar sebagai remaja, penuh rasa ingin tahu dan ingin mencoba. Internet menyediakan segalanya. Jika online untuk hal-hal tidak perlu, tentu sama saja membuang masa muda. Bukankah masa muda tidak datang dua kali ?. Apalagi jika membuka situs situs tertentu. Nah, menjadi blogger berarti pelajar harus berusaha mengupdate blognya. Ia akan fokus mengelola blognya dan mencari bahan yang relevan untuk konten blognya
  4. Media aktualisasi diri. Secara fitrawi, manusia selalu ingin dikenal. Apalagi para remaja. Coba saja lihat, banyak orang menulis namanya ditempat umum bahkan WC. Atau mencoret-coret tembok. Pada dasarnya hasrat aktualisasi dirinya yang tidak tersalur. Bayangkan kalau seseorang memperkenalkan dirinya melalui tulisannya diblog? Seorang pelajar tidak mesti menulis namanya di tembok atau meja kelas. Cukup memberi alamat blognya. Ia sudah mampu mengaktualisasikan dirinya bukan pada orang yang duduk dimeja. Atau orang yang baca tulisan ditembok sambil menyumpahi. Tapi melalui dunia maya yang luas dan positif
  5. Memperluas pergaulan. Dizaman pra cyber, pergaulan remaja terbatas. Paling, dengan tetangga atau dekat rumahnya. Jadi sifatnya sektoral. Sekarang, di zaman cyber pergaulan semakin luas menembus jarak. Modelnya, lebih pada hobi. Misalnya anak motor, anak band, anak pecinta alam dan seterusnya. Tentu blogger punya komunitas. Seorang pelajar yang menjadi blogger, akan berpeluang besar bergaul sesama blogger senusantara. Dengan itu ia punya lebih banyak teman dan bisa berbagi pengetahuan
  6. Penyaluran hobi.  Bagi pelajar yang suka produk teknologi, ia bisa menyalurkan hobinya dengan membaca dan menulis tentang produk teknologi tersebut. Apakah itu software atau hardware. Ia bisa membuat blog yang bertema sesuai hobinya.
  7. Belajar mandiri. Jika beruntung, space iklan yang terisi pada blog dapat menghasilkan rupiah atau dollar. Tentu bisa mengurangi beban orang tua. Bayangkan, hanya duduk online di warkop bisa menghasilkan rupiah. Tanpa harus mengambil hak orang lain, tanpa harus mengemis dan tanpa harus bekerja keras.